Waspada ! Penyakit Pneumonia Menghantui Anak
Suasana talkshow Ruang Publik KBR bersama Selina Patta Sumbung - Ketua Yayasan Sayangi Tunas Cilik partner of Save The Children dan dr. Madeleine Ramdhani Jasin, Sp.A, dipandu Aika Renata, Rest Tjikini Lima, Menteng, Jakarta, Kamis (13/12/2018)
Sudah tahu apa itu pneumonia?
Sinarin.blogspot.com, Jakarta --Menurut dr. Madeleine Ramdhani Jasin, Sp.A - Ikatan Dokter Anak Indonesia, pneumonia, nama awamnya radang paru. Artinya ada peradangan pada paru-paru, bisa karena infeksi virus, bakteri atau jamur. “Tapi lebih sering karena virus dan bakteri” ujarnya.
Gejala pneumonia, biasanya seseorang akan mengalami batuk, pilek, demam, kurang lebih seminggu, Virusnya masuk dari saluran nafas. Kalau tidak diobati dengan baik, bisa berkembang jadi pesat. - “Pneumonia bisa menyerang siapa saja. Bayi 1 bulan, sudah bisa kena pneumonia” tambahnya.
Pneumonia menular melalui batuk, bersin yang menebar lewat udara. Gejala khas pneumonia adalah sesak. -
Faktor resiko pneumonia apabila ada masalah pada otot dan persyarafan, lingkungan yang penuh asap karena rokok. Utk mencegahnya, hal-hal itu harus ditanggulangi. Selalu cuci tangan dan gaya hidup bersih -
Pneumonia pembunuh kedua terbesar utk anak dibawah 5 tahun, silent killer, kalau dibiarkan akan memperburuk keadaan.
Salah satu yayasan yang peduli dengan pneumonia adalah Yayasan Sayangi Tunas Cilik, partner of Save the Children Indonesia.
Menurut Ketua Yayasan, Selina Patta Sumbung, yayasan yang digawanginya adalah organisasi yang #berpihakpadaanak. “Semua anak punya hak untuk fokus, belajar dan dilindungi” tegas Selina.
Salah satu gerakan yang dilakukan yayasan ini adalah melakukan sosilasasi intensif, misal dengan pemberian “Kelas Ayah” agar ayah bisa berperan dan tahu dan mensosialisasikan cuci tangan dgn sabun untuk PAUD.
Pneumonia bisa sembuh. Mari bersama kita stop Pneumonia.
Para hadirin yang hadir di Rest Tjikini Lima bersama-sama menyuarakan STOP Pneumonia.
Dilansir dari kimiafarmaapotek.com,
Penyebab Pneumonia
Cara penularan virus atau bakteri Pneumonia sampai saat ini belum diketahui pasti, namun ada beberapa hal yang memungkinkan seseorang berisiko tinggi terserang penyakit Pneumonia, di antaranya adalah:
1. Daya tahan tubuh lemah
Orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS dan para penderita penyakit kronik seperti sakit jantung, diabetes mellitus. Begitu pula bagi mereka yang pernah atau rutin menjalani kemoterapi dan meminum obat golongan Immunosupressant dalam waktu lama, dimana mereka pada umumnya memiliki daya tahan tubuh (imun) yang lemah.
2. Perokok dan peminum alkohol
Perokok berat bisa mengalami iritasi pada saluran pernapasan (bronchial) yang akhirnya menimbulkan secresi muccus (riak/dahak), Apabila riak atau dahak mengandung bakteri maka dapat menyebabkan Pneumonia. Alkohol dapat berdampak buruk terhadap sel-sel darah putih, hal ini menyebabkan lemahnya daya tahan tubuh dalam melawan suatu infeksi.
3. Pasien yang menjalani perawatan di ruang ICU/ICCU
Pasien yang mendapatkan tindakan ventilator (alat bantu napas) ‘endotracheal tube‘ sangat berisiko terkena Pneumonia. Di saat mereka batuk akan mengeluarkan tekanan balik isi lambung ke arah kerongkongan, bila hal itu mengandung bakteri dan berpindah ke rongga napas (ventilator) maka potensial tinggi terkena Pneumonia.
4. Menghirup udara tercemar polusi zat kemikal
Risiko tinggi dihadapi oleh para petani apabila mereka menyemprotkan tanaman dengan zat kemikal (chemical) tanpa memakai masker adalah terjadi iritasi dan menimbulkan peradangan pada paru yang akibatnya mudah menderita penyakit Pneumonia dengan masuknya bakteri atau virus.
5. Pasien yang lama berbaring
Pasien yang mengalami operasi besar sehingga menyebabkannya bermasalah dalam hal mobilisasi merupakan salah satu risiko tinggi terkena penyakit Pneumonia, dimana dengan tidur berbaring statis memungkinkan riak atau dahak berkumpul di rongga paru dan menjadi media berkembangnya bakteri.
Gejala Pneumonia
Tanda dan gejala pneumonia berbagai macam, mulai dari ringan hingga parah, tergantung pada faktor-faktor seperti jenis kuman yang menyebabkan infeksi, usia dan kesehatan secara keseluruhan. Tanda-tanda dan gejala ringan biasanya mirip dengan demam atau flu, tetapi gejalanya bertahan lebih lama. Sedangkan tanda-tanda menderita Pneumonia dapat diketahui setelah menjalani pemeriksaan X-ray (Rongent) dan pemeriksaan sputum.
Tanda dan gejala pneumonia di antaranya:
- Nyeri dada
- Kebingungan atau perubahan dalam kesadaran mental (orang dewasa usia 65 dan lebih tua)
- Batuk yang mengeluarkan dahak
- Kelelahan
- Demam, berkeringat dan menggigil
- Lebih rendah dari suhu tubuh normal (orang dewasa yang lebih tua dari usia 65 tahun dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah)
- Mual, muntah atau diare
- Sesak napas.
Namun bayi baru lahir dan bayi mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi. Atau mereka mungkin muntah, demam dan batuk, tampak gelisah atau lelah dan tanpa energi, atau mengalami kesulitan bernapas dan makan.
Cara Mengobati Pneumonia
Penanganan dan pengobatan Pneumonia tergantung dari tingkat keparahan gejala yang timbul dan jenis dari penyebab Pneumonia itu sendiri.
- Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri akan diberikan pengobatan antibiotik. Pengobatan haruslah benar-benar komplit hingga benar-benar tidak lagi adanya gejala atau hasil pemeriksaan X-ray dan sputum tidak lagi menampakkan adanya bakteri Pneumonia, jika tidak maka suatu saat Pneumonia akan kembali diderita.
- Pneumonia yang disebabkan oleh virus akan diberikan pengobatan Pneumonia yang hampir sama dengan penderita flu, namun lebih ditekankan dengan istirahat yang cukup dan asupan cairan yang cukup banyak serta gizi yang baik untuk membantu pemulihan daya tahan tubuh.
- Pneumonia yang disebabkan oleh jamur akan mendapatkan pengobatan dengan pemberian antijamur.
Selain itu pemberian obat Pneumonia lainnya untuk membantu mengurangi nyeri, demam dan sakit kepala. Pemberian obat anti-batuk di anjurkan dengan dosis rendah hanya cukup membuat penderita bisa beristirahat tidur, karena batuk juga akan membantu proses pembersihan secresi mucossa (riak atau dahak) di paru-paru



Makin banyak orangtua yang mengetahui bahaya phenumonia maka akan banyak anak yang bisa tertolong dari penyakit pneumonia
BalasHapusWuiiihhh keren. Makasih infonya & tulisannya kak.
BalasHapus